Thursday, September 23, 2010

Chicken Katsu Steak = SAPI… (Oh MY ghost!!!)

This morning in my office, just as usual I begin my day with facebook. First time I log in, I saw a little red mark on the notification, a friend just tag me in a notes. Its written in Bahasa Indonesia, about an annoying waitress in a restaurant who makes her mad. The things that happen to her in that restaurant is quite usual, but the way she writes it is so funny. I enjoy reading the way she express it, and I asks her permission to share it to you all in Female Stuff. Special thanks to Ria Agustina, for letting me sharing this... For all, happy reading...

Chicken Katsu Steak = SAPI… (Oh MY ghost!!!)

by -Ria Agustina Christian- on Thursday, September 23, 2010 at 9:17pm

“Mbak, chicken katsu ini isinya apa?”

Si mbak pramusaji: “Ehmm… Sapi…,” sambil memegang erat pulpen & blocknote-nya, bersiap mencatat orderanku.

Aku: GLEK!!! ”........” (Padahal dalam hati maksudnya ini ayam bagian apanya, saosnya kayak apa? Pake mayonaise ya? Trus sayurannya apa aja, dll..)

Padahal hari ini aku mau pesan agak cerewet; duh, bisa-bisa mbak ini ga ngerti mauku apa. Aku ga makan nasi, jadi niatnya minta kentang goreng (atau kentang apalah namanya) yang di dalam hotplate-nya itu dikasih dobel/ekstra. Semoga ga salah deh, paling bete klo pesan makanan tapi salah!

Kuperhatikan si mbak tadi memberi tahu juru masaknya... Hmm... Kayaknya salah deh! Kupanggil lagi si mbak yang tadi.

”Mbak, saya minta kentang goreng yang di steaknya itu dikasih dobel, bukan yang di piring lho ya..!!”

Ok, mbak itu kembali memberitahukan rekannya di ruang masak. Tampak terjadi perdebatan kecil di sana. Hhhh... Let’s see...

...

Akhirnya datanglah sepiring french fries ke mejaku. Argggghh!!!

Si mbak pramusaji: “Kentang yang kayak di steak-nya itu habis, yang ada ini aja…”

Aku: “……..” (terdiam memandangi sepiring penuh french fries disordered itu)

Si mbak pramusaji: “Er, kalo ga mau ini ga papa..” Dia melihat perubahan wajahku.

Aku: “Ya udah saya ga pesan ini” (nahan sebel)

Saat akan menikmati makanan pesananku, datang lagi si mbak tadi dengan membawa sepiring kentang goreng dengan potongan yang sama seperti yang di dalam hotplateku. (ya ampun dah, ni warung maksa banget aku beli kentang gorengnya!)

Aku terdiam memandangi si mbak pramusaji dan kentang goreng maha dahsyat itu sambil menahan kesal dan bingung mau komplain gimana. Bosnya juga ga ada kayaknya. Kasian juga nih mbak klo kumarahi. (ya Tuhan….. ini gimana ngabisinnya?) Aku bukan tipe orang yang suka nyari masalah di tempat umum. Klo salah gini ya udah deh, kumakan sebisanya, lalu bayar dan pulang sambil berjanji dalam hati ga akan makan di tempat itu lagi.

Selama makan aku teringat kata-kata dosenku beberapa tahun yang lalu: “kalau pelayanan kita baik, kita akan dipromosikan kepada 2x lebih banyak orang. Tapi kalau pelayanan kita buruk, kita akan dijelek-jelekkan kepada 4x lebih banyak orang. Tapi dalam kasus ini aku berkata dalam hati: ya sudah lah, aku ga akan menceritakan kekurangan warung ini kepada orang lain dan memperpanjang masalah, nikmati aja makananku.

Saat membayar aku mencoba menjelaskan pesananku tadi kepada seorang mbak temannya pramusaji tadi yang menjaga kasir. Jelas-jelas aku minta ekstra kentang goreng dalam sajian steaknya, bukan seporsi kentang goreng. Tapi ternyata si mbak kasir ini malah nyolot dan mempermasalahkan tulisan 'kentang goreng' di orderanku tadi. Hei, yang nulis kan bukan saya, lagian saya udah menjelaskan dengan panjang lebar saat memesannya. Klo kentang yang bersama-sama dengan steak dalam hotplate tadi bukan kentang yang digoreng, lalu apa namanya? kentang kukus?

Aku masih berusaha menahan kesabaranku dan berbicara dengan pelan: “Ya udahlah, lain kali jangan salah lagi ya..,” sambil ngeloyor pergi.

(siapa yang mau tau di mana kejadian ini berlangsung akan diberitahu dengan senang hati! Grrrrr!!)

Sepanjang jalan aku ngomel dalam hati sambil berkali-kali menarik napas panjang.

”Ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujuud, ya sudahlah.... Ya sudah lahhh....” Sabaaarr... Sabaaarr....

No comments:

Post a Comment