Monday, September 27, 2010

Malaria oh Malaria

Akhirnya kembali bekerja, setelah weekend pulang ke rumah. Weekend yang sangat melelahkan. Maunya kalau weekend kan santai dan istirahat, tapi untuk weekend kali ini saya barely take a rest. Bukan sibuk beracara atau ngerjain hal-hal lain, tapi karena MALARIA!!.

Saya selalu menganggap bahwa malaria yang saya idap ini akibat saya tinggal di campsite. Dan memang begitu, hutan trospis di tepi sungai memang daerah endemiknya nyamuk-nyamuk. Pertama kali saya kena malaria adalah 8 bulan yang lalu, dan saya akan selamanya hidup dengan penyakit ini yang akan kambuh entah kapan lg.

Kena malaria itu rasanya seperti habis jatuh kebanting dari motor. Badan rasanya remuk redam terutama di bagian persendian terasa sakit banget. Ditembah lagi meriang dan pusing. Gara-gara suhu badan panas, jadi terasa selalu haus, alhasil selalu pingin pipis juga. Nah, inilah yang bikin saya gak bisa istirahat, kalau dihitung-hitung semalam tidurnya paling banyak 1-2 jam. Besoknya badan jadi lemes banget.

Karena mengidap malaria, saya mau gak mau jadi tau beberapa hal umum tentang penyakit ini. Pertama yang saya rasakan adalah sakit menelan pada bagian tenggorokan, mungkin di pusat sistem imun tubuh saya itu memberi tanda bahwa saya akan segera sakit. Lalu disambung dengan meriang, suhu badan naik tp kedinginan. Makin malam suhu badan makin naik dan bisa jadi sampai menggigil karena kedinginan. Mulai pusing, persendian di sekujur tubuh mulai sakit, haus terus dan pipis terus.

Kalau demamnya sudah lewat, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat dan suhu tubuh akan kembali normal. Ini tidak lama, nanti suhu tubuh akan naik lagi. Setelah 2 - 3 hari tubuh akan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, memang masih lemas, tp suhu badan relatif normal dalam waktu yang cukup lama. Tapi jangan senang dulu, karena ini baru pertengahan siklusnya saja. Dijamin keesokan harinya akan mengalami hal yang serupa seperti hari pertama malaria, malah tidak jarang akan lebih panas lagi. Siklus malaria memang sama seperti siklus demam berdarah, bentuknya seperti pelana kuda, naik-turun-naik. Sekarang saya sedang berada di tengah siklusnya, mungkin nanti malam atau besok saya mulai demam lagi. Tenggorokan saya saja mulai sakit lagi sekarang.

Waktu pertama kali kena malaria, di akhir siklus saya disuruh opname sama dokter, geblek padahal sudah hampir sembuh. Dan saya bolak-balik disuntik pake obat malaria nomor wahid harga selangit yang namanya "artesunate". Mahal lho, sekali suntik habis 250ribuan. Menurut teman saya yang kuliah di kedokteran memang obat ini varaian baru yang paling ampuh. Tapi mengingat bahwa saya sudah diakhir siklus malaria, dan harus bayar cukup banyak, ya saya kecele juga hehe.. Sekarang saya lebih milih minum obat malaria saja yang lebih murah. Namanya Suldox, memang obat keras tp banyak koq apotik yang jual obat ini tanpa resep dokter. Mama saya bilang untuk sekali kena malaria cuma boleh minum satu biji aja, murah dan efeknya gak kalah. Memang Setelah minum Suldox sakit-sakit di persendian jauh berkurang, tapi tetap demam dan pusing, jadi untuk demam dan pusingnya saya minum paracetamol.

Tapi biar bagaimanapun, yang namanya malaria tetap harus diwaspadai karena penyakit ini bia sampai mengakibatkan kematian. Kalau ngerasa tahan-tahan aja sama gejala-gejalanya bisa coba gunakan cara saya yang murah meriah itu, tapi kalau gak tahan sebaiknya ke dokter aja biar dapat penanganan medis yang serius.

Thursday, September 23, 2010

Chicken Katsu Steak = SAPI… (Oh MY ghost!!!)

This morning in my office, just as usual I begin my day with facebook. First time I log in, I saw a little red mark on the notification, a friend just tag me in a notes. Its written in Bahasa Indonesia, about an annoying waitress in a restaurant who makes her mad. The things that happen to her in that restaurant is quite usual, but the way she writes it is so funny. I enjoy reading the way she express it, and I asks her permission to share it to you all in Female Stuff. Special thanks to Ria Agustina, for letting me sharing this... For all, happy reading...

Chicken Katsu Steak = SAPI… (Oh MY ghost!!!)

by -Ria Agustina Christian- on Thursday, September 23, 2010 at 9:17pm

“Mbak, chicken katsu ini isinya apa?”

Si mbak pramusaji: “Ehmm… Sapi…,” sambil memegang erat pulpen & blocknote-nya, bersiap mencatat orderanku.

Aku: GLEK!!! ”........” (Padahal dalam hati maksudnya ini ayam bagian apanya, saosnya kayak apa? Pake mayonaise ya? Trus sayurannya apa aja, dll..)

Padahal hari ini aku mau pesan agak cerewet; duh, bisa-bisa mbak ini ga ngerti mauku apa. Aku ga makan nasi, jadi niatnya minta kentang goreng (atau kentang apalah namanya) yang di dalam hotplate-nya itu dikasih dobel/ekstra. Semoga ga salah deh, paling bete klo pesan makanan tapi salah!

Kuperhatikan si mbak tadi memberi tahu juru masaknya... Hmm... Kayaknya salah deh! Kupanggil lagi si mbak yang tadi.

”Mbak, saya minta kentang goreng yang di steaknya itu dikasih dobel, bukan yang di piring lho ya..!!”

Ok, mbak itu kembali memberitahukan rekannya di ruang masak. Tampak terjadi perdebatan kecil di sana. Hhhh... Let’s see...

...

Akhirnya datanglah sepiring french fries ke mejaku. Argggghh!!!

Si mbak pramusaji: “Kentang yang kayak di steak-nya itu habis, yang ada ini aja…”

Aku: “……..” (terdiam memandangi sepiring penuh french fries disordered itu)

Si mbak pramusaji: “Er, kalo ga mau ini ga papa..” Dia melihat perubahan wajahku.

Aku: “Ya udah saya ga pesan ini” (nahan sebel)

Saat akan menikmati makanan pesananku, datang lagi si mbak tadi dengan membawa sepiring kentang goreng dengan potongan yang sama seperti yang di dalam hotplateku. (ya ampun dah, ni warung maksa banget aku beli kentang gorengnya!)

Aku terdiam memandangi si mbak pramusaji dan kentang goreng maha dahsyat itu sambil menahan kesal dan bingung mau komplain gimana. Bosnya juga ga ada kayaknya. Kasian juga nih mbak klo kumarahi. (ya Tuhan….. ini gimana ngabisinnya?) Aku bukan tipe orang yang suka nyari masalah di tempat umum. Klo salah gini ya udah deh, kumakan sebisanya, lalu bayar dan pulang sambil berjanji dalam hati ga akan makan di tempat itu lagi.

Selama makan aku teringat kata-kata dosenku beberapa tahun yang lalu: “kalau pelayanan kita baik, kita akan dipromosikan kepada 2x lebih banyak orang. Tapi kalau pelayanan kita buruk, kita akan dijelek-jelekkan kepada 4x lebih banyak orang. Tapi dalam kasus ini aku berkata dalam hati: ya sudah lah, aku ga akan menceritakan kekurangan warung ini kepada orang lain dan memperpanjang masalah, nikmati aja makananku.

Saat membayar aku mencoba menjelaskan pesananku tadi kepada seorang mbak temannya pramusaji tadi yang menjaga kasir. Jelas-jelas aku minta ekstra kentang goreng dalam sajian steaknya, bukan seporsi kentang goreng. Tapi ternyata si mbak kasir ini malah nyolot dan mempermasalahkan tulisan 'kentang goreng' di orderanku tadi. Hei, yang nulis kan bukan saya, lagian saya udah menjelaskan dengan panjang lebar saat memesannya. Klo kentang yang bersama-sama dengan steak dalam hotplate tadi bukan kentang yang digoreng, lalu apa namanya? kentang kukus?

Aku masih berusaha menahan kesabaranku dan berbicara dengan pelan: “Ya udahlah, lain kali jangan salah lagi ya..,” sambil ngeloyor pergi.

(siapa yang mau tau di mana kejadian ini berlangsung akan diberitahu dengan senang hati! Grrrrr!!)

Sepanjang jalan aku ngomel dalam hati sambil berkali-kali menarik napas panjang.

”Ketika mimpimu yang begitu indah, tak pernah terwujuud, ya sudahlah.... Ya sudah lahhh....” Sabaaarr... Sabaaarr....

Wednesday, September 22, 2010

fragile, spoil and vulnerable? it's a female stuff

Working and living in campsite from Monday to Friday, I used to go back to my hometown every Friday evening and return to campsite on early Monday in the next week. But last weekend, I spent it quietly in my mes that's how we called our 6 by 5 meter flat, provided by the company to the worker, the flat that we have to share with two, or luckily one other worker. Well, I'm not gonna complain about this 6 by 5 thing. Instead I'm gonna talk about a thought that I get from doing some activity on the last weekend, alone in my mes.

Friday night is always exhilarating, especially for those who already work. It feels like all the burden of the week has come to it's end on that moment. Especially if you live in a big city, you can always have friends to hangout with, drink a glass or two, karaoke, or just driving around the town until dawn. But not if you are living in a campsite, in the middle of Borneo jungle, by the Barito's riverside. All female worker went home for this weekend, so it was only me in the female dorm. So quiet, so that you might drown into your contemplation a minute before you decide to jump into Barito, if you know what I mean.

I was lingering on my bed, moving from side to side, doing nothing and feeling thoroughly displaced and isolated... then I turned on my laptop and start googling, reading a few sci-fi short stories, read some status and post on facebook, and I felt isolated even more.. Not so long afterward, I heard my phone ringing then got my loving boyfriend at the edge of the phone call, and he successfully ease my Friday night by talking hours and hours on the phone.

Maybe it is a simple or usual thing to happen for those who have boyfriend, he calls, he picks you up to the movie, he drives you home, he kisses, he hugs and comforts you, just usual. But this moment when I totally alone and he called to my phone, reminds me of how I used to think when I was in college. I was solid personality. Friends always thought that I can do anything by myself, so was I. And it seems like I can survive the life alone. You know, the feeling of taking a full charge of your own life, like full confidence in every time you walk, like you're a tough go go girl gonna conquer the world...and now when you got someone, "puff.." all change. You suddenly become fragile, spoil and vulnerable. Suddenly that one tough girl become way to fragile just to wait a belated sms/text from him.

All I wanna say is that we, female, is not designed to struggle the world alone. No matter how tough you are, how high your education or your job position, how much you earn, or how long you've been living your life alone, you need someone. Though you don't realize it now, I believe that if you look closer to yourself, you will find out that you long for other to share the burden and affection in life. An about being fragile, spoil and vulnerable in love, don't worry, it's a female stuff...

and I get bored already...

It's 10.17 a.m., not even a half of working hour and I get bored already...

I'm working in a mining company in Central Kalimantan/Borneo Island as a staff in mining department. I live in a campsite a room 6 by 5 meter that I have to share with one roommate. I never share room with anybody since I was 7 grade, so at the first time I have to share room it feels not comfortable. I lose my privacy that I always have for years. Not to mention my roommates, well I'm gonna talk about her in the other post. But other friends worker call me lucky because they have to share the room with 2 other worker. Can you imagine, 6 by 5 meter for 3 person!!! I hope the owner of the company get richer by this! Bygones..

Everyday I have to begin the day at 6 a.m. and prepare anything to get my self ready to work at 7 a.m. The good thing living in a campsite is that you don't have to take a long time to reach your office. Its only 243 steps to my door. Maybe you can get a clue how bored I am, counting my steps from office to "mes", that's how we called our 6 by 5 meter flat.

If you ask me what is my routine in daily work, I'm gonna say: enter the room, sit, turn on the laptop, open my lotus notes, open browser, facebook, farmville, terselubung, googling, counting clock until 12 a.m., lunch, walking on my 243 steps, take a brief nap, walking back to office, repeating all action order in the morning, counting the clock until 4 p.m., then going back to my mes. If you ask me where the hell is my working activity, I'm gonna say: I do it in the middle of those activities...

I have been doing this activity order repeatedly on daily basis since 4 January 2010, and now 23 September 2010, 10.35 a.m.
not even a half of working hour and I get bored already...

Hello World!!!

Hi for all... I just start my first post to my first blog, at least I consider this as my first blog. Well, FYI, I ever had a blog in WP for 3 years ago, but then after my first post I just... hmm how to put it in word... disappear from blogging. Do you know what did I wrote in my first post? "Hello world" yes, fullstops. Maybe I just have no enough courage to write, or maybe there wasn't enough thing to write.

So this time, I'm gonna say the same words : Hello World!!!

and lets see whether I would disappear from blogging for the second time.. happy reading..

Lista