Akhirnya kembali bekerja, setelah weekend pulang ke rumah. Weekend yang sangat melelahkan. Maunya kalau weekend kan santai dan istirahat, tapi untuk weekend kali ini saya barely take a rest. Bukan sibuk beracara atau ngerjain hal-hal lain, tapi karena MALARIA!!.
Saya selalu menganggap bahwa malaria yang saya idap ini akibat saya tinggal di campsite. Dan memang begitu, hutan trospis di tepi sungai memang daerah endemiknya nyamuk-nyamuk. Pertama kali saya kena malaria adalah 8 bulan yang lalu, dan saya akan selamanya hidup dengan penyakit ini yang akan kambuh entah kapan lg.
Kena malaria itu rasanya seperti habis jatuh kebanting dari motor. Badan rasanya remuk redam terutama di bagian persendian terasa sakit banget. Ditembah lagi meriang dan pusing. Gara-gara suhu badan panas, jadi terasa selalu haus, alhasil selalu pingin pipis juga. Nah, inilah yang bikin saya gak bisa istirahat, kalau dihitung-hitung semalam tidurnya paling banyak 1-2 jam. Besoknya badan jadi lemes banget.
Karena mengidap malaria, saya mau gak mau jadi tau beberapa hal umum tentang penyakit ini. Pertama yang saya rasakan adalah sakit menelan pada bagian tenggorokan, mungkin di pusat sistem imun tubuh saya itu memberi tanda bahwa saya akan segera sakit. Lalu disambung dengan meriang, suhu badan naik tp kedinginan. Makin malam suhu badan makin naik dan bisa jadi sampai menggigil karena kedinginan. Mulai pusing, persendian di sekujur tubuh mulai sakit, haus terus dan pipis terus.
Kalau demamnya sudah lewat, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat dan suhu tubuh akan kembali normal. Ini tidak lama, nanti suhu tubuh akan naik lagi. Setelah 2 - 3 hari tubuh akan menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, memang masih lemas, tp suhu badan relatif normal dalam waktu yang cukup lama. Tapi jangan senang dulu, karena ini baru pertengahan siklusnya saja. Dijamin keesokan harinya akan mengalami hal yang serupa seperti hari pertama malaria, malah tidak jarang akan lebih panas lagi. Siklus malaria memang sama seperti siklus demam berdarah, bentuknya seperti pelana kuda, naik-turun-naik. Sekarang saya sedang berada di tengah siklusnya, mungkin nanti malam atau besok saya mulai demam lagi. Tenggorokan saya saja mulai sakit lagi sekarang.
Waktu pertama kali kena malaria, di akhir siklus saya disuruh opname sama dokter, geblek padahal sudah hampir sembuh. Dan saya bolak-balik disuntik pake obat malaria nomor wahid harga selangit yang namanya "artesunate". Mahal lho, sekali suntik habis 250ribuan. Menurut teman saya yang kuliah di kedokteran memang obat ini varaian baru yang paling ampuh. Tapi mengingat bahwa saya sudah diakhir siklus malaria, dan harus bayar cukup banyak, ya saya kecele juga hehe.. Sekarang saya lebih milih minum obat malaria saja yang lebih murah. Namanya Suldox, memang obat keras tp banyak koq apotik yang jual obat ini tanpa resep dokter. Mama saya bilang untuk sekali kena malaria cuma boleh minum satu biji aja, murah dan efeknya gak kalah. Memang Setelah minum Suldox sakit-sakit di persendian jauh berkurang, tapi tetap demam dan pusing, jadi untuk demam dan pusingnya saya minum paracetamol.
Tapi biar bagaimanapun, yang namanya malaria tetap harus diwaspadai karena penyakit ini bia sampai mengakibatkan kematian. Kalau ngerasa tahan-tahan aja sama gejala-gejalanya bisa coba gunakan cara saya yang murah meriah itu, tapi kalau gak tahan sebaiknya ke dokter aja biar dapat penanganan medis yang serius.
No comments:
Post a Comment